Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Rencana Kunjungan ke Yogyakarta

Rencana kunjungan ke Daerah Istimewa Yogyakarta untuk sekedar berwisata selama beberapa hari. Tidak ada Malioboro, Parangtritis, Kraton, Kaliurang maupun Kebun Binatang Gembiraloka. Tempat-tempat tersebut sudah terlalu mainstream, terutama pada hari-hari libur yang dipastikan pengunjungnya membludak, sehingga membuat tidak nyaman menikmati liburan. Toh, DIY tidak hanya tempat-tempat itu saja, masih banyak tempat eksotis lain yang -menurut saya pribadi- jauh lebih menarik. 

'Arif Dalam Berkendara

Suatu ketika saya menyenggol spion mobil ketika berkendara menggunakan sepeda motor di jl. Abu Bakar Ali, bunderan PLN taman Abu Bakar Ali. al-Hamdulillah cuman saya berikan senyum pertanda permintaan maaf, sopirnya mau mengerti. The Power of Smile.

Source FB: Keliling Jogja
Tidak hanya kali itu saja, seringkali saya yang salah dalam berlalulintas namun senyum yang saya berikan mampu meredam amarah maupun omelan. Begitu pula sebaliknya, ketika ada pengendara lain yang kurang bijak dalam berkendara yang melibatkan saya, maka senyum juga meluluhkan emosi. Pernah ada motor yang menabrak dari belakang, namun senyum sekaligus perkataan 'nyuwun ngapunten mas' membuat emosi yang nyaris terekspresikan berganti menjadi senyum manis. 'Sami-sami mas'. Padahal jelas-jelas dia yang salah.

Saatnya Kita Punya Media Sendiri (HAR TV)

Kita harus punya media sendiri yang mampu menyiarkan gerak kita. Mau sampai kapan suara kita dibungkam?Jika media lain punya kepentingan, baik itu kepentingan politis, bisnis, ideologi, maka mari kita bikin media yang menyuarakan kepentingan kita juga, yaitu nasyrul fikroh, penyebaran pemikiran.

Jika gaya hidup remaja masa kini sudah jauh melenceng, maka yang mengambil bagian terbesar dari sikap remaja masa kini adalah media terutama televisi. Jika sinetron saat ini hanya diisi dengan percintaan, perkelahian, gaya hidup glamour, maka wajar jika pemuda sekarang adalah pemuda alay yang menjadikan sekolah sekedar trend, bukan kewajiban belajar. Dengan sekolah mereka bisa mengekspresikan kepemudaan mereka seperti pacaran, nongkrong, tawuran, kongkow-kongkow dll.

Berobat Gratis? Mari ke Jogja

Seperti kita ketahui, kampanye-kampanye para calon gubernur yang sudah sudah banyak yang menjual isu berobat gratis buat warga miskin.
 
Ahh... Biasa... kan jualan partai brengsek pengejar kekuasaan. Nyatanya?

Di Jogja, Ga Perlu Nama Arab buat Masjid

Yogyakarta memang istimewa, lain dari pada yang lain. Pernah ke Jogja, jangan heran jika masjid-masjid disana banyak yang memakai nama lokal dari pada nama arab. Istilahnya memakai ke'arifan lokal. Toh tidak semua yang berbau arab itu Islamy kan?

Jogja Istimewa, Orangnya?

Jogja Jogja, Tetap Istimewa.
Istimewa Negerinya Istimewa Orangnya (JHF).
Agenda donor darah dari ini di Jogja antriannya sampe 250an. Aku dapet no antrian 237, sekarang baru 50-an. Dibuka jam 9, jam 10 sudah ditutup karena peminatnya berlebih.
Itu artinya, rasa humanity dan kebersamaan dikalangan warga Jogja masih sangat tinggi. Tidak mengharap keuntungan material, hanya Humanity, kemanusiaan.

Jogja Belong To Me.
Proud Be Jogjanese.
Be part of Soultanate people.